Agrowisata Jendela Alam, Lembang

Berhubung lutut bunda masih gemetar sepulang dari kunjungan bersahajanya di Air Terjun Pelangi, ia menjadi enggan keluar dari villa yang cukup asri ini. Sayang acara rehatnya tak pernah terasa damai, apalagi kini armada ciliknya sudah teriak minta hiburan.

Penginapan yang lagi-lagi secara sengaja ditemukan bunda di kolom airbnb berlokasi di tepi jalan Kol. Masturi Lembang. Kebetulan tidak jauh dari sebuah tempat rekreasi yang ‘sayup-sayup’ namanya pernah terdengar oleh bunda.

Agrowisata Jendela Alam, berada di Komplek Graha Puspa, Jl. Sersan Bajuri Km 4.5 Ledeng, berdekatan dengan Sapu Lidi Resort di Lembang. Dinamakan Jendela Alam dimaksudkan sebagai media atau potret kecil agar kita dapat melihat (membayangkan) dunia alam yang luas dan indah. Kawasan ini merupakan tempat wisata keluarga untuk mengenal alam, sarana edukasi, outbond dan rekreasi keluarga di tengah sejuknya hawa pegunungan.

Sepintas, kondisi Jendela Alam mirip pekarangan rumah bunda yang tidak terawat serta terdapat beragam kandang hewan disetiap sudutnya. Suasana disini membawa bunda kembali ke masa kecilnya yang penuh pergolakan berurusan dengan Animalia Kingdom. Sejak pagi buta, ia sudah dikagetkan suara kokok ayam Pelung-nya yang getarannya mencetar hingga ke tanah. Istirahat siangnya tak pernah tenang gegara tingginya hormon unggas di musim kawin, mengakibatkan riuhnya kegaduhan suara ayam Cemani dan Kate (kebayang gak hasil kawin silangnya seperti apa?). Tidur malamnya juga terganggu oleh lolongan serigala eh anjing peliharaannya yang melolong setiap jam pak satpam mengetukkan batu ke tiang listrik –pertanda waktu jam malam. Bunda baru bisa tertidur pulas setelah lelah menghitung bunyi tokek yang sembunyi di bilik kamar, dan ketika pak satpam telah mengetuk tiang listrik sebanyak 4 kali..

Tugas bunda adalah berjuang seorang diri menggiring para unggas kembali ke kandang kala senja menjelang agar tidak dimakan musang. Dan bukan hanya menggiring 1 atau 10 ekor melainkan 135 ekor unggas setiap harinya! Ayam adalah kelompok unggas yang paling sulit diajak kerja sama atau istilah kerennya teamwork. Dengan sebilah kayu, bunda menggelandang pasukan ayam kembali ke kandang. 1 ekor sukarela masuk kandang, 5 ekor ngumpet di dandang, 10 ekor nyemplung di empang, 20 ekor kabur ke atap rumah orang. Dugh!

Kegiatan merawat margasatwa tidak hanya sampai disitu. Bunda ‘terpaksa’ rajin pergi ke pasar untuk membeli pakan ayam (campuran jagung dan dedak), kangkung dan wortel untuk kelinci ‘anggora’nya, dan tulang-tulangan untuk anjing pudelnya. Ia wajib memberi makan dan minum, membuang kotoran, membersihkan kandang, serta memandikan kawanannya. Sekali lagi, bicara tentang hewan ternak bunda yang bukan hanya 1 atau 2 ekor, tapi berjumlah ratusan! Sehingga dapat dibayangkan betapa berat hari-hari yang dijalaninya..

Namun, tak kuasa air mata bunda mengalir deras ketika mendapati semua unggasnya tak bernyawa terserang wabah penyakit, kelincinya mati lantaran kebanyakan makan, dan anjingnya pun menutup mata  saat ditinggal bunda menikah.. Jadi wajar bila kini bunda menolak mentah-mentah sewaktu anaknya ingin memelihara anak gajah eh anak kelinci.

Sekian kisah sentimentil bunda, kembali lagi ke judul.

Memasuki kawasan Jendela Alam memang tidak terasa apik dan bersih seperti pada tempat wisata lain. Areanya juga tidak terlalu luas dan besar, akan tetapi banyak hal yang dapat dilakukan anak-anak mulai dari usia 3 tahun.

Fasilitas disini dibagi dalam beberapa kategori yaitu Jendela Hewan, Jendela Tumbuhan, Jendela Petualangan, Jendela Bermain dan Jendela Air. Masing-masing permainan dan fasilitas disesuaikan dengan nama masing-masing wahana sehingga memudahkan para pengunjung yang ingin mencoba berbagai fasilitas yang ada.

Jendela Hewan, anak-anak dapat belajar bagaimana cara merawat dan beternak hewan serta berinteraksi langsung dengan aneka satwa. Memiliki peternakan hewan seperti kuda poni, kelinci ras, hamster, sapi perah, kambing, kalkun, burung, bebek, rusa totol India, ayam Arab hingga kucing Persia Himalayan. Juga berbagai koleksi hewan reptil seperti ular, biawak, kadal, iguana serta koleksi ikan menjadi hal yang menarik untuk anak-anak.

Setiap kandang hewan disertai dengan papan penjelasan berisi info Taksonomi berupa nama dan asal species dengan background singkat yang bisa menjadi fun fact untuk pengunjung. Seperti Ayam Ketawa yang berasal dari Sulawesi, memiliki cacat pada pita suara sehingga timbul nada yang terputus-putus mirip seperti orang tertawa. Bunda yang penasaran langsung tergelitik ingin menggelitik si ayam agar ia tertawa. Lanjut ke Burung Parkit, adalah seorang kapiten eh hewan monogami. Bunda jadi tahu bahwa burung tersebut adalah makhluk setia yang cenderung memiliki hanya satu pasangan seumur hidup. Nah!

Ternyata ada juga saingan Jambul Khatulistiwa ala Syahrini, yakni si Ayam Jambul! Ayam Jambul Polandia memiliki bulu yang tebal di atas kepalanya sehingga tampak seperti mahkota atau jambul. Sayangnya ayam hitam ini memiliki pandangan terbatas karena sulit melihat sesuatu yang berada di atas kepalanya. Coba test, pasti Syahrini tidak bisa melihat apa yang ada di atas kepalanya saat mengenakan jambul!

Dari semua satwa yang ada disini, hanya si Lulu –seekor ular phyton albino sepanjang 3m– satu-satunya binatang yang baby naga sentuh. Lulu yang jinak dan manja, akan tetapi sekali menyantap menghabiskan nyawa 4 ekor kelinci setiap bulannya.

Jendela Tumbuhan, mengenalkan anak pada berbagai jenis tumbuhan dengan cara menempatkan label berupa nama, deskripsi dan manfaat setiap tanaman. Disini anak-anak belajar mengenal sayur-sayuran, berbagai tumbuhan untuk bumbu dapur, aneka macam tanaman obat beserta cara meraciknya. Mereka juga bisa kenalan dengan berbagai tanaman hortikultura, buah tropis dan obat herbal yang dapat berguna bagi kesehatan keluarga. Selain itu, pengunjung dibuat kagum dengan kebun hydroponik, rumah jamur, dan berbagai tanaman hias yang indah.

Laskar cilik bunda gemar memetik buah yang dipetik langsung dari kebun strawberry dan kebun tomat cherry untuk kemudian dibawa pulang. Yang paling berkesan bagi Mang Ujang adalah adalah The Giant Pumpkin –mencatat rekor MURI sebagai “Waluh Terbesar” di Indonesia.

Jendela Petualangan, adalah wahana yang menantang untuk melatih keberanian dan ketangkasan anak. Berbagai permainan seperti flying fox, meniti jembatan goyang, panjat dinding dan berkuda. Jendela Bermain, si kecil dapat leluasa bermain di playground lengkap dengan trampoline, ayunan, perosotan dan jungkat-jungkit. Kiddies dapat bermain sepeda bahkan mengendarai becak mini berkeliling kawasan. Jendela Air, merupakan sebuah kolam renang dengan perosotan setinggi 4m, dilengkapi dengan permainan water ball, sarana penjernihan air dan marine scaping.

Saran KoperBunda:

  • Jam operasional, harga tiket masuk, berserta daftar harga wahana di Jendela Alam dapat diintip disini. Gratis tiket masuk untuk anak dengan tinggi badan ≤ 85cm. Playground juga dapat digunakan secara gratis, namun pengunjung harus membayar lagi untuk mencoba permainan di wahana lain seperti Jendela Air dan Jendela Petualangan.
  • Oleh sebab itu, disediakan PAHE 1 seharga Rp. 100k/orang, berupa tiket masuk, free juice, animal feeding, berkuda, flying fox dan mewarnai tanah liat (-katanya- hemat seharga Rp. 30k lho!). Kemudian PAHE 2 seharga Rp. 200k/orang, berupa semua yang ada di PAHE 1 di(+) tangkap ikan, membuat telur asin, menghias layang-layang, panen telur, dan TSA –bunda juga gak tau TSA apaan (-katanya lagi- lebih hemat 40k lho!!).
  • Gunakan jasa fasilitator atau pemandu. Walau (lagi-lagi) harus membayar Rp. 20k/anak, namun dengan bimbingan seorang pemandu, anak-anak akan diajarkan secara intensif cara mencabut tumbuhan wortel yang benar, kemudian mencucinya untuk disiapkan sebagai makanan hewan. Hewan yang boleh diberi makan adalah rusa, kelinci, sapi, kambing lebih tepatnya bandot, dan kuda poni. Pemandu juga berfungsi sebagai guide yang akan menjelaskan tentang beragam makhluk hidup yang ada disini.
  • Di Jendela Alam juga terdapat percontohan usaha peternakan ayam kampung Arab, jumlahnya sekitar 1000 ekor yang dikelola secara baik dan produktif. Bagi anda yang ingin memulai usaha peternakan ayam kampung petelur Arab, bisa belajar disini.
  • Jendela Alam menyediakan program edukasi untuk sekolah, mulai dari playgroup sampai dengan tingkatan SMA. Berbagai mini workshop dapat dilakukan, seperti workshop pembuatan yoghurt, praktikum Biologi, budidaya anggrek, komposting, bio gas, fase telur, snake habbit, dan penjernihan air.
  • Jangan lupa catat atau foto semua label deskripsi flora dan fauna yang ada disini. Siapa tahu besok dapat PR dari pak guru..
  • Bunda sekarang sudah belagu lupa peristiwa masa lalu; menutup hidung dan berjalan berjinjit (seakan takut menginjak) melintasi tanaman bertabur pupuk kotoran hewan. Yeah, disini memang tidak bersih dan bau.. tapi Oh bunda, please dech.. engkau sedang berada di peternakan!

This slideshow requires JavaScript.

1,588 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *