Air Terjun Bidadari, Sentul Paradise

Di suatu pagi yang tenang, mendadak rumah direcoki suara bunda yang berisiknya mengalahi perang panci. “Ayah, nggak punya rencana hari ini kan?”. Ayah menyeruput teh panas seraya menyahut malas, “Memangnya mau kemana?”. “Yuk kita ajak bebinaga jalan-jalan ke Puncak, bunda juga sedang ingin ngemil jagung bakar!”, ajak bunda semangat.

Setuju atau tidak, ayah tahu ajakan bunda tak mungkin ditolaknya.

Tak lama berselang keluarga ini sudah meluncur di ruas Tol Jagorawi. Tiba-tiba ayah berinisiatif untuk keluar di Sentul Selatan Exit, beliau berkata pernah melihat acara di TV tentang sebuah tempat wisata yang mulai ramai di Sentul, yaitu Air Terjun Bidadari. “Horee, kita lihat air terjun dek.. kamu belum pernah liat kan?”, sorak bunda pada anak bungsunya dalam rangka menyambut keputusan ayah.

Menuju Air Terjun Bidadari dapat melalui perumahan Sentul City. Ambil jalur kiri yang menurun dan terus lanjutkan menuju kawasan Sentul Paradise Park. Sejauh 15 km perjalanan ditempuh menembus perkampungan penduduk dan juga hijaunya pegunungan. Meski menanjak dan berkelak- kelok, jalanan cukup bagus dan mulus menuju kawasan. Sayangnya masih harus menempuh jalan berbatu sepanjang 500m untuk tiba di kawasan air terjun. Tidak masalah bila membawa sedan, tapi tidak dengan sedan super ceper seperti yang ayah kendarai. Akibat tidak equipped dengan proper vehicle, berujung dengan sewa ojek untuk sampai di lokasi.

Air Terjun Bidadari atau juga dikenal dengan nama Curug Bojongkoneng memang baru dibuka pada tahun 2012. Sebelumnya pesona air terjun ini hanya bisa dinikmati oleh warga desa. Kini dikelola oleh swasta dengan sistem bagi hasil kepada warga. Harga tiket masuk per orang adalah Rp 15k (Senin-Jumat) dan Rp 20k (Sabtu-Minggu). Tiket tersebut sudah termasuk biaya nyemplung di kolam raksasa yang dibentuk menyerupai pantai.

“Lihat itu dek, air terjunnya tinggi sekali.. wah ada kolam renangnya pula.. sayang sekali bunda nggak bawa baju ganti..!”, pekik suara bunda mengalahkan deru air terjun. Anaknya yang paling kecil hanya bisa menganga melihat air gunung yang terjun bebas setinggi +/- 40 meter.

Segera bunda berpose di depan air terjun untuk mengabadikan moment. Tapi ia lupa bahwa hempasan deras air membuat bajunya basah kuyup. Tak berani berlama-lama berganti-ganti pose di dekat air terjun -selain licin dan dingin- cipratan air dan hembusan angin kencang cukup berbahaya bagi anak kecil. Lantas ia melipir ke kolam renang seluas 10×150 m dibentuk melengkung mengelilingi batu meteor buatan. Dalamnya kolam bervariasi (antara 30cm – 150cm) sehingga anak kecil dapat berenang disini. Air kolamnya dingin alami berasal dari aliran air gunung.

Untuk menambah sensasi, disediakan kolam arus yang dilalui dengan ban agar pengunjung dapat ‘seru-seruan’ bermain wahana air. Sayangnya, fasilitas disini tidak ada yang gratis. Harga sewa ban Rp 15k/jam, sewa tikar Rp 15k/3 jam, sewa saung Rp 50k/2 jam, sewa ikan untuk gigitin kulit kaki Rp 20k/30 menit, sewa parkir Rp 10k, sewa tukang foto tergantung nego.. untungnya tidak harus sewa gayung di kamar kecil 😉

Overall, kawasan ini sudah ditata apik guna menarik wisatawan. Kolam renang yang bersih dan luas sudah dilengkapi dengan perosotan meliuknya. Jembatan buatan diatas kolam menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto mesra maupun melaksanakan pre-wed. Deretan saung dan villa dibuat menghadap langsung ke kolam dan air terjun, berharap (sesuai judulnya) dapat melihat bidadari mandi. Kios makanan dengan berbagai jajanan, khususnya menu kopi dan pop mie turut sedia. Cocok untuk liburan keluarga tak jauh dari Jakarta.

Petuah KoperBunda:

  • Bila ingin menghemat pengeluaran seraya menghindari biaya sewa, bawalah tikar, air minum dan bekal rantang sendiri. Jangan lupa membawa baju ganti dan pakaian renang, karena sejauh pengamatan bunda belum dibuka tempat penyewaan pakaian renang disini.
  • Otak bisnisnya pun langsung tergelitik. Selain membuka warung tongseng dan rujak bekbek, bulan depan bunda mau membuka tempat penyewaan pakaian renang, pakaian ganti, pakaian dalam, sandal jepit, payung, kaca mata hitam, ban bebek-bebekan, kompor, panci, sodet, ulekan, kasur air, sepeda, becak mini, odong-odong, dsb. 😆
  • Setelah puas menyaksikan daya pikat Air Terjun Bidadari, anda dan keluarga dapat melanjutkan bermain air di Gumati Waterpark yang terletak di Jl. Babakan Tumas, Desa Cikeas, Sukaraja (sekitar 12 km dari lokasi Air Terjun Bidadari menuju arah Bogor). Tak hanya waterpark, di tempat ini anda juga dapat bersantap di restoran, menginap, hingga meeting di Bumi Gumati Resort & Convention.
  • Bagi anda penggemar olahraga pukul bola tentunya sudah sering hinggap di Bukit Pelangi Golf & Country Club. Pssst, disini bunda dahulu acap kali membawa korban eh kekasihnya untuk sekedar berdua bersantai menikmati keindahan Rainbow Hill yang sejuk dan asri *love.mode*
  • Selanjutnya sempatkan makan siang dan #popotoancantik di Villa Aman D’Sini. 🙂

This slideshow requires JavaScript.

2,272 total views, 6 views today

Share my adventure Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedIn

Leave a Reply