Tak sabar menanti wujud Tol Trans Jawa terwujud –bunda yang telah lama mencanangkan perjalanan darat, mengerahkan pasukannya hit-the-road menuju timur Pulau Jawa. Ia merasa bahwa inilah saat yang tepat membawa serta prajurit mininya merealisasikan “Ekspedisi Lintas Jawa”, menjadikan Batu dan Bromo sebagai highlight destination.

Dalam ekspedisi yang mengangkut orang tua lanjut usia hingga balita ini, pergerakan peleton bunda bermula dari selatan Jakarta, menyusuri pantai utara Jawa, melintasi tengah lalu turun ke selatan Jawa, naik lagi ke utara hingga tiba di ujung timur Pulau Jawa (satelit saja bingung menggambar animasi rutenya!). Misi dianggap selesai setelah berhasil menyerbu pangkalan Bebek Sinjay di Bangkalan Madura. Total keseluruhan ekspedisi dilaksanakan dalam waktu 10 hari dengan jarak tempuh (PP) lebih dari 2000 km!

Unit Kesatuan Bunda sudah bergerilya meninggalkan kediaman sejak pukul 04.30 WIB. ‘Panser’ SUV melaju di jalur tol JORR langsung menuju pos pertama yakni rest area Cikampek untuk menggalang perbekalan. Menyadari bahwa tiada warung kopi di jalur Tol Cipali; Cappuccino dan Chai Latte Starbucks dipesan dalam acara morning coffee on the road.

The road is long, With many a winding turn, That leads us to who knows where, Who knows where..” lagu He Ain’t Heavy He’s My Brother yang didengungkan oleh The Hollies membuat perjalanan terasa jauh dan tak jua tiba. Ditambah lagi dengan kebiasaan ‘melipir’ bunda yang sering keluar dari jalur membuat ‘bete’ mbak-mbak pengisi suara GPS.

Adapun rangkuman kegiatan “Ekspedisi Lintas Jawa 2015” sebagai berikut:

Hari No.JamDari – Ke
ViaBedah HotelBedah RestoBedah Wisata
18Jakarta – SemarangTol CipaliMomoya @Grand Edge Food Mall
3Semarang – Solo Tol Semarang – BawenThe Alana Solo Dapur Solo, Beer Garden, AngkringanKeraton Surakarta
22Solo – Gn. LawuKaranganyar idem Soto Lamongan Cak Har, Serabi NotosumanCandi Cetho, Kethek, Sukuh, Situs Plagatan
31.5Solo – Sangiran idemWarung Selat Mbak LiesCluster Sangiran, Cluster Dayu
49Solo – BatuSragen, Ngawi, Nganjuk, KediriJambuluwuk Batu ResortTekopi@ Hotel Arjuna BatuMuseum Trinil
5Batu idemJungle Fast Food Pohon Inn BatuJatim Park 2, Batu Night Spectacular
6BatuidemPos Ketan Legenda, Pasar Parkiran BatuParalayang & Omah Kayu Gn. Banyak, Museum Angkut
77Batu – BromoMalang, Tumapel, Lawang, TosariSavana Inn BromoTaman Indie Riverview Malang, Repoeblik telO LawangCandi Singosari
83Gunung Bromo Arah PasuruanHomemade nasi gorengPenanjakan, Pasir Berbisik, Savana, Bukit Teletubbies
4Bromo – SurabayaPasuruan, Bangil, SidoarjoMaxOne Hotel SurabayaLa Rucolla Mediterranean Surabaya
91Surabaya – MaduraSuramaduBebek Sinjay Bangkalan
9Madura – SemarangLamongan, Bojonegoro, Cepu, Blora, PurwodadiMG Suites SemarangPusat Soto Lamongan Depot Asih Jaya
 10 10Semarang – JakartaKendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Tol Pejagan, Cipali, Cikampek, JORR Sate Mendo Wendy’s Tegal, Richeese Factory Tegal

#Note: Bunda tidak melakukan pemesanan awal pada semua akomodasi, restoran dan tempat wisata tersebut diatas. Seluruh rangkaian ekspedisi dijalankan secara spontan, dengan demikian mendapat ‘efek kejutan’, berupa daya tarik tak terduga diatas Tanah Jawa; bahwasanya selalu terdapat bukti peninggalan sejarah yang baru saja ditemukan, serta ‘state-of-the-art’ modern architecture yang baru saja diresmikan.

Saran KoperBunda:

  • Sebelum memulai ekspedisi, sebaiknya siapkan kondisi dan kelayakan kendaraan anda dengan memeriksakannya di bengkel langganan. Jangan sampai mesin anda ‘ngadat’ di tengah hutan jati Sragen.
  • Anda sebagai juru kemudi, harus memiliki sinkronisasi yang baik antara kaki, tangan, mata dan otak –dengan kata lain refleks, serta jiwa raga yang prima, dalam bersaing dengan motor dan barisan truk ‘super gadang’ yang para pengemudinya mengambil SIM di Amerika (berjalan pelan pada “jalur lambat di sebelah kanan”)  😯
  • Road-trip bersama laskar ketjil tentunya membutuhkan kiat tersendiri agar bisa ‘survive‘. Beruntung legiun bunda adalah “Pasukan Nyender”, mereka mudah tertidur begitu menyenderkan kepala di kursi. Sehingga cukup penting untuk men-transform bagian dalam mobil menjadi kasur berjalan. Bantal, guling dan selimut dapat diletakkan di atas travel bag dan menjadi alas untuk kasur-kasuran.
  • Jangan lupa bawa ‘buku sakti’ berupa Peta Pulau Jawa, dilengkapi dengan aplikasi navigasi seperti GPS dan Waze. Walau bunda lebih percaya kepada petunjuk ayah perihal mencari jalan 😉
  • ‘Peralatan tempur’ untuk 10 hari sebaiknya disiapkan secara seksama. Jangan tiru kebiasaan bunda yang selalu membawa serta beras dan magic jar. Lebih baik menghemat space di dalam bagasi, secara harus menyisakan tempat untuk ‘buntelan’ buah tangan, bukan?
  • Timeline cukup crucial dalam berkendara Lintas Jawa. Jangan sampai tiba di suatu daerah terlalu malam sehingga mengurangi waktu menginap/istirahat anda.
  • Bila anda tidak memiliki seorang istri yang ceriwis (seperti bunda) sebagai teman perjalanan, siapkan perangkat kesenian untuk hiburan. CD album nostalgia maupun hymne perjuangan akan memompa semangat berkendara di perjalanan darat yang panjang.
  • Jangan takut untuk tersesat. Don’t freakin’ panic bila panah GPS mengarah ke antah berantah. Skill boso Jowo dapat anda gunakan untuk bertanya (to get back on-track), selebihnya dinikmati saja –terkadang anda dapat menemukan hidden gem dalam wujud panorama alam dan suasana pedesaan alami yang tak dapat ditemui di tempat lain 🙂
  • Jangan lupa nantikan siaran langsung KoperBunda yang sedang kejar tayang. Setelah ini akan ada The Alana Solo, Jambuluwuk Batu Resort, dan The Great Bromo Adventure yang mau lewat.. ➡

Ekspedisi Bedah Jawa merupakan pengalaman yang mengesankan, petualangan seru nan menantang. Belum jua puas, namun ijin ‘bolos’ tak dapat diperpanjang. Ibu negara is calling, pasukan harus segera pulang. Lagu perjuangan pun kembali diputar di medan juang: “It’s a long long road, From which there is no return, While we’re on our way to there, Why not share. And the load, Doesn’t weigh me down at all, He ain’t heavy, He’s my brother..

2,194 total views, 1 views today