Gunung Bromo, Jawa Timur

Bagi Warga Negara Indonesia yang tidak mengetahui keberadaan Gunung Bromo –yang kemasyhurannya merebak luas tak hanya ke mancanegara namun hingga luar angkasa– harus kembali lagi belajar IPS di bangku SD!

Ya, image Gunung Bromo yang tertangkap oleh satelit IKONOS NASA memperlihatkan bahwa gunung api aktif berbentuk  cinder cone ini terletak ditengah hamparan pasir nan loeas (sandsea) di provinsi Jawa Timur, di negeri elok amat kucinta Indonesia. Sandsea caldera tersebut pun hanyalah sebahagian ‘mungil’ dari Tengger Caldera yang terbentuk sekitar 8000 tahun lalu oleh letusan maha dahsyat.

Bromo bukanlah gunung yang tertinggi atau terbesar di nagari ini, namun dengan keunikannya berada di tengah samudera pasir, baik wisatawan lokal, interlokal, nasional, internasional, bahkan makhluk ekstrateresterial, berbondong-bondong datang untuk menyaksikan “The Famous Sunrise”. :mrgreen:

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang berada di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS), yakni satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 ha, yang berada pada ketinggian ± 2.100 m dari permukaan laut. Kawasan ini terbagi dalam 4 kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Area TN-BTS mencakup 50.273.30 ha dataran tinggi yang dipenuhi dengan pegunungan dan hutan. #NB: Seluruh info berdasarkan contekan dari yang punya gunung. 💡

Legiun bunda mendatangi Gunung Bromo sebagai salah satu tujuan utama dalam rangkaian Ekspedisi Lintas Jawa bulan Oktober 2015 lalu. Disastrously, 2 bulan kemudian, tepatnya di bulan Desember 2015, Bromo kembali ‘meraung’ dan membuktikan dirinya sebagai gunung berapi aktif yang telah berulang-kali mendengungkan ‘raungan’-nya. Gunung yang termasuk dalam jajaran Ring of Fire ini meletus disusul gempa vulkanik yang terjadi ratusan kali hingga Januari 2016. Kawasan Bromo ditutup sampai status aktivitas ‘raungan’-nya mereda dan aman untuk dikunjungi.

#Pengumuman: Kawasan Bromo akan dibuka sepenuhnya pada tanggal 12 Maret 2016 setelah pembenahan jalur wisata dan kegiatan selamatan budaya Tengger. Berita selengkapnya dapat dilihat pada Press Release Kepala Balai Besar TN-BTS.

Bromo –berasal dari nama Dewa Brahma– dipercaya sebagai gunung suci bagi suku asli yang mendiami kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru. Setahun sekali mereka mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo berupa persembahan kepada Sang Hyang Widhi. Masyarakat Suku Tengger merupakan pemeluk agama Hindu dan diyakini sebagai keturunan langsung dari Kerajaan Majapahit.

Bicara mengenai Majapahit, laskar bunda rela memutar haluan demi menyesap sejumput sejarah INDOS NESOS. Mereka pergi menjenguk situs warisan budaya yang pernah menjadi kerajaan terbesar di Nusantara –nantikan ekspedisi KoperBunda selanjutnya dalam episodeMenyusuri Jejak Majapahit” serta “Mengejar Gajah Mada“.  🙂

Saya tidak akan menyiarkan panjang lebar mengenai magnificent-wonder-of-mother-nature Bromo, anda pun tentunya sudah membaca tulisan serta menyaksikan keindahan panorama Bromo yang lebih canggih pada siaran lain. Namun disini saya akan memberikan sejumlah saran, buah pengalaman Kelompencapir (siaran favorit bunda era 80-an) Regu KoperBunda. Harap disimak.

Saran KoperBunda:

  • Saran number-one/numero-uno/nomer-setunggal jikalau anda membawa kendaraan sendiri dan memutuskan untuk bermalam di Bromo, adalah: saat anda melakukan pemesanan hotel/penginapan/homestay, pastikan lokasi akomodasi anda searah dengan jalur kedatangan anda. Mintalah alamat jelas serta panduan untuk datang dari kota/kabupaten yang mana.
  • Hal ini sangatlah penting karena terdapat akses masuk atau jalur berbeda (dari 4 kabupaten) menuju Taman Nasional Bromo yang masing-masing sangat berjauhan. Jangan sampai anda salah jurusan, datang dari arah berlainan sementara terlanjur membayar penginapan di belahan gunung lain. Sebagai contoh: anda yang telah mem-booking Bromo Cottage di Desa Tosari, maka anda harus datang dari arah Pasuruan lalu masuk ke Tosari, atau bisa juga melalui rute Lawang – Nongkojajar – Tosari.
  • Jika anda memesan kamar di hotel incaran bunda yakni Jiwa Jawa Resort Bromo (formerly Java Banana Lodge) yang berada di Desa Wonotoro Sukapura, maka lakukan perjalanan darat via Probolinggo. Penginapan lain yang memiliki the best location untuk menyaksikan panorama Bromo adalah Cafe Lava Hostel serta Lava View Lodge –dan karena posisinya berada di dalam kawasan wisata maka anda hanya perlu menyewa kuda menuju tangga kawah Bromo berada di Desa Cemoro Lawang yang dapat anda hampiri melalui Probolinggo.
  • Regu bunda yang datang dari Kota Batu via Malang – Lawang – Pasuruan – Tosari, tidak melakukan pemesanan hotel sebelumnya. Mereka yakin akan mudah mendapatkan kamar lantaran bukan musim liburan. Ternyata, travel without booking in advance memiliki kerugian sebab hotel berbintang di Bromo full dihinggapi oleh turis asing (mungkin juga alien)!
  • Banyak hostel/homestay/villa yang membuka lebar pintunya untuk wisatawan, namun harga yang disuguhkan (ketika anda datang mendadak dan dalam keadaan terdesak) sungguh tidak masuk di akal.
  • Hari mulai berganti malam ketika armada bunda masih harus mencari tempat bertambat di dalam sergapan kabut. Samar-samar ia melihat ‘fatamorgana’ berupa bangunan 2 lantai berwarna merah, warna yang mencolok bagai pendar cahaya di negeri halimun. Penginapan merah ini bernama Savana Indah Homestay memiliki 6 kamar yang disewakan seharga Rp. 250k – Rp. 300k/kamar/malam. Selain kasur, guling dan selimut, anda mendapat fasilitas shower air panas, serta sabun/shampo yang ditinggalkan oleh para pelancong sebelumnya 😉 Sang pemilik rumah bernama Pak Sonny adalah penduduk asli Tengger yang meskipun bersosok gahar namun teramat baik dan ramah –istilah si bunda: *Badan Rambo, Hati Rinto* ehm..
  • Penginapan yang terletak di lantai atas rumah Pak Sonny ini memiliki fasilitas ekstra, yaitu toko kelontong di lantai bawah yang dijaga oleh sang istri. Laskar cilik bunda mendadak rajin mondar-mandir turun untuk membeli popmi, yupi, chiki, choki-choki..
  • Anda dapat memesan makan siang/malam langsung kepada Pak Sonny, berupa nasi kotak komplit dengan lauk pauk. Beliau juga menyediakan air panas untuk menyeduh teh dan kopi, bonus kue ketan khas suku Tengger yang dibawa bunda sebagai bekal menuju Bromo. Sang istri juga menyuguhkan nasi goreng untuk sarapan pagi, menambah pasokan tenaga untuk para pedjoeang boenda melaksanakan most dangerous activity: menyambangi gunung yang sewaktu-waktu dapat meraung..
  • Wilayah pegunungan ini mempunyai daerah/terrain yang keras cenderung ekstrim. Jalur menuju kawasan Gunung Bromo menjadi atraksi tersendiri (baca: challenging abis!). No wonder anda harus menyewa jeep dengan driver berpengalaman. Nah, Pak Sonny ini juga menyewakan jeep Hardtop sekaligus menjadi nahkodanya. Dengan harga sewa jeep sejumlah Rp. 600k anda akan dibawa ke site Penanjakan, Kaldera Bromo (sandsea), Pasir Berbisik, dan Savana (Bukit Teletubbies). Siapkan diri anda ‘ajlut-ajlutan’ dalam Epic Volcano Riding :mrgreen:
  • Waktu terbaik mengunjungi Bromo adalah saat musim kemarau (bulan Mei–Oktober), karena dalam cuaca baik dan bebas kabut, anda dapat menyaksikan matahari terbit yang tampak lebih besar dan bulat kemerahan. Anda pun akan lebih nyaman dan leluasa melakukan penjelajahan kawasan wisata Bromo pada musim ini daripada di musim penghujan.
  • Acara menyongsong fajar dapat anda laksanakan di view-point Penanjakan 1 dan Penanjakan 2 atau lebih populer dengan sebutan Seruni-point (klik link Penanjakan ini untuk lebih jelasnya). Beberapa tahun terakhir, pihak TN-BTS menambah lagi 2 view-point yaitu Bukit Kingkong dan Bukit Cinta sesuai bagi anda yang anti-mainstream dan semangat menemukan cinta.. laura..
  • Gunakan pakaian penangkal dingin sebab suhu terendah terjadi pada dini hari antara 3°C–5°C bahkan di beberapa tempat sering dibawah 0°C (minus). Anda yang berniat menyaksikan sunrise disarankan menggunakan jaket dan celana panjang tebal, syal, topi kupluk, sarung tangan, sepatu hiking atau sneakers, senter, masker, dan kacamata hitam agar tetap tampil gaya 😎
  • Jika anda membawa serdadu belia, sebaiknya tidak usah memaksakan diri untuk mengejar Bromo Sunrise pada view-point tersebut diatas. Selain berangkat teramat pagi (± pukul 03.00 WIB), suhu dingin di Penanjakan amat menyengat tulang, begitu jua jalur pendakian cukup merepotkan bagi si kecil.
  • Berangkatlah sekitar pukul 09.00 WIB karena udara pagi sudah terasa nyaman (suhu rata-rata 5°C–22°C). Anda akan menghabiskan waktu sekitar 3–4 jam mengeksplorasi kawasan Bromo sebab bila sudah terlampau siang matahari akan terasa cukup menyengat.
  • Berbeda dari outfit di malam hari, pakaian yang disarankan during daylight adalah kaos, celana jeans, sepatu kets, dan topi! Belajar dari kesalahan kostum yang terjadi pada sang bunda, yakni mengenakan pakaian 5 lapis sementara cuaca Bromo siang hari sangat panas!
  • Wilayah TN-BTS memiliki tatanan air yang radikal, sehingga pada musim kemarau, persediaan air hampir tidak tersedia atau bahkan benar-benar kering. Dalam kondisi alam seperti ini, wajah Bromo tampak sangat berbeda dari pegunungan Indonesia lainnya. Kawasan ini memiliki landscape mirip di planet Tatooine dalam film science fiction Star Wars. “Amazing, unreal, surreal, magical!”, bunda histeris lebay.
  • Off-road menggunakan jeep tenaga solar akan terhenti di laut pasir, pada area parkir tepat disamping warung! (fyi, selain warung tersedia juga toilet umum sehingga tak perlu khawatir bila membutuhkan tempat untuk.. privacy).
  • Petualangan dilanjutkan dengan tenaga kuda untuk mencapai jalur pendakian tangga kawah Bromo (sewa jasa Pendekar Berkuda Rp. 75k/kuda+jokinya). Banyak juga yang memilih untuk berjalan kaki namun dengan jarak tempuh ± 2 km diatas hamparan pasir panas, pastinya teramat penat.
  • Dalam wahana horse riding anda akan menempuh jalur yang terbentuk secara alami oleh aliran lava, yang dahulu pernah dimuntahkan oleh gunung ini. Butiran pasir banyak berterbangan dari tiap derap kaki kuda, sehingga masker sangat berguna mencegah debu masuk ke saluran pernafasan.
  • Anda akan dibawa menyusuri Pura Luhur Poten, Gunung Batok, serta tampilan megah Gunung Semeru. Bunda yang bertugas memegang kamera mencoba mengambil gambar setiap sisi gunung sekaligus tetap seimbang diatas kuda yang melaju. Ternyata tidak mudah menjadi tukang foto sambil akrobat!
  • Orang tua lanjut usia hendaknya tidak perlu naik ke puncak (bibir kawah) Bromo. Mendaki 150 anak tangga yang tinggi dan curam terbukti cukup melelahkan, begitu pula dengan bunda yang terseak-seok payah tapi gengsi untuk menyewa ojek gendong.
  • Nah, bunda sendiri teramat surprised tatkala salah satu Pendekar Berkuda menawarkan jasa Ojek Gendong untuk buah hatinya, sebab ia belum pernah mendengar perihal penyewaan ojek gendong sebelumnya. Ayah yang lega terbebas dari pegal linu membopong bocah seberat 16 kg, sukarela memberikan tip Rp. 100k atas jasanya.
  • Para Ojek Gendong ini tidak mematok umur, sebab tak lama kemudian seorang pengunjung lelaki+dewasa+sehat+berat turut menyewa ojek gendong terinspirasi dari si bebinaga. Satu orang menggendongnya dan satu orang lagi menahan badan lelaki tersebut agar tidak jatuh ‘merosot’. Peristiwa itu sungguh memilukan serta ‘kocak’ untuk dilihat, bunda ingin memotretnya sebagai bukti namun ayah melarang.. 😆 (Catatan: sebelum meng-hire Ojek Gendong, alangkah baiknya jika anda mengukur kemampuan fisik diri dan menghitung kadar ke-tega-an) 😉
  • Yup, kamera adalah peralatan wajib untuk menangkap daya pikat Bromo yang memiliki banyak rupa; 5 menit lalu anda berada di padang rumput hijau savana, 5 menit kemudian anda tiba di gurun pasir nan tandus! Mulai dari sunrise, noon hingga sunset.. paras Bromo tetap cantik mempesona untuk diabadikan.
  • Oya, tak ketinggalan ini tips yang pwalink pentink: Siapkan segepok uang cash! Jangan harap menemukan mesin ATM didalam kawasan wisata ini, dan jangan sampai gegara kurang uang kertas merah selembar rencana perjalanan anda jadi buyar.
  • Anda bisa langsung mendatangi Savana Inn dan menemui Pak Sonny jikalau membutuhkan penginapan maupun jeep. Dijamin anda akan mendapatkan pelayanan istimewa khas kekeluargaan. Terakhir tolong sampaikan salam saya untuk Pak Sonny yang pastinya sedang terjangkit gejala ‘kuping panas’ karena namanya disebut terus berulang kali 😆

Menyaksikan keagungan Bromo dan menyelami lingkungan disekitarnya, menyingkap akan sebuah wilayah suci serta kehidupannya yang keras. Ekspedisi ini membuat sang bunda lebih mensyukuri nikmat atas segala hal yang dengan mudahnya dapat ia miliki. Dan baru saja ia usai termenung ketika terdengar suara rengekan, “Bunda, sudah lama nggak makan Mc.D..” 😯

This slideshow requires JavaScript.

2,457 total views, 7 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *